Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas

‎MANOKWARI UTARA, BUSERJATIM.COM GROUP –  Di sela-sela padatnya kegiatan TMMD Reguler ke-128 Kodim 1801/Manokwari, terselip sebuah pemandangan yang begitu sederhana namun menyentuh hati, yaitu makan siang bersama warga di bawah rindangnya pepohonan di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari,  Jum’at (1/5/2026)

‎Anggota Satgas TMMD, warga desa duduk bersama menikmati nasi bungkus dan lauk sederhana. Tidak ada meja megah, tidak ada protokol kaku. Yang ada hanya canda tawa, peluh kejujuran, dan semangat kebersamaan yang menghangatkan suasana.

Read More

‎Momen ini bukan sekadar waktu istirahat, tapi simbol kuat kedekatan antara TNI dan warga, pangkat tak lagi penting, jabatan tak lagi terlihat. Semua duduk setara, menyantap makanan yang sama, membangun rasa saling percaya yang tak ternilai.

‎Kapten Inf. Pius Huik, Komandan SSK Satgas TMMD ke 128/Kodim 1801/Manikwari, mengungkapkan bahwa inilah esensi sebenarnya dari TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun hati dan kepercayaan rakyat.

‎“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami hadir bukan hanya membawa semen dan alat, tetapi juga membawa kepedulian dan kebersamaan, ” ujarnya.

‎Warga Kampung Tanah Rubuh menyambut momen ini dengan hangat. Bagi mereka, kehadiran Satgas TMMD memberi lebih dari sekadar pembangunan fisik. Ada semangat kekeluargaan, ada dorongan moril, dan ada harapan baru yang tumbuh dari interaksi sehari-hari.

‎Ikatan emosional yang terjalin di antara para prajurit dan warga bukan hanya peristiwa, tetapi juga jiwa dari program TMMD itu sendiri, terbukti bukan sekadar rangkaian proyek. Ia adalah ruang interaksi manusiawi, tempat TNI dan rakyat bertemu sebagai sahabat, bekerja sebagai keluarga, dan membangun desa dengan sepenuh hati.

‎Makan siang sederhana di Kampung Tanah Rubuh hari itu mungkin tak akan masuk statistik, tapi ia masuk ke dalam hati mereka yang mengalaminya. Dan di sanalah kekuatan sejati TMMD terletak bukan hanya di semen dan pasir, tapi di persaudaraan yang terbentuk dari nasi bungkus dan tawa yang tulus.

(Tim/Red)

Related posts